Ternyata Ini Dampak Banjir Terhadap Struktur Lantai Rumah

Banjir merupakan kendala yang banyak dihadapi saat ini di mana banjir banyak terjadi di berbagai tempat khususnya kota yang tidak menata lokasinya dengan baik. Banjir merupakan kondisi di mana air tidak tertampung dalam saluran pembuang atau terhambatnya aliran air di saluran buangan.

Ada beberapa karakteristik yang berkaitan dengan terjadinya banjir. Di antaranya: banjir datang secara tiba-tiba disertai dengan intensitas yang cukup besar namun langsung mengalir atau tidak menggenang. Banjir dapat datang secara perlahan namun dengan intensitas hujan yang sedikit. Banjir datang dengan pola yang musiman. Banjir dapat datang dengan perlahan tapi menggenang dalam waktu yang cukup lama hingga menggenang di beberapa lokasi dengan kondisi yang depresi.

Banjir datang sekaligus adanya genangan, erosi hingga sedimentasi. Akibat yang muncul dari semua karakteristik banjir ini adalah terisolasinya penduduk hingga perlu adanya evakuasi penduduk karena dihawatirkan terkena penyakit. Selain terhadap penduduk, dampak yang terjadi akibat banjir juga mempengaruhi bangunan salah satunya struktur lantai rumah.

Dampak Banjir Terhadap Struktur Lantai Rumah

Dampak Banjir Terhadap Struktur Lantai Rumah

Lantai rumah merupakan komponen rumah yang digunakan untuk permukaan bagian rumah agar nyaman untuk ditinggali. Lantai rumah saat terkena oleh banjir akan menimbulkan dampak-dampak tertentu. Di antaranya:

1. Rapuh.

Air banjir yang terus menerus mengenai lantai rumah akan menyebabkan air masuk ke pori-pori material lantai yang pada akhirnya akan menyebabkan kerapuhan pada lantai. Rantai yang rapuh ini akan menimbulkan kerusakan pada keramik seperti adanya lubang pada lantai hingga retak. Daya topangnya pun akan berkurang sehingga sudah tidak memiliki kekuatan untuk disinggahi lagi.

Beberapa model bangunan yang memiliki kekuatan lantai khususnya tahan terhadap banjir adalah lantai yang menggunakan waterproofing. Waterproofing dalam pemasangannya dapat menggunakan jasa waterproofing agar pemasangannya lebih rapi.

2. Lantai retak.

Air yang masuk ke dalam struktur lantai akan membuat lantai retak karena terlalu banyak air yang masuk sehingga material lantai tidak padat lagi. Lantai retak ini akan membuat estetika rumah berkurang.

Beberapa model rumah yang tahan terhadap air banjir sehingga tidak akan terjadi keretakan adalah rumah yang struktur lantainya memadukan antara beton dan kayu. Paduan beton dan kayu akan memperkuat struktur lantai dan memperindah estetika lantai sehingga rumah tetap kuat tanpa hilang estetika. Selain lantai memadukan beton dan kayu, lantai yang ampuh dalam menangkal banjir adalah lantai dengan model panggung yang membuat air tidak dapat mencapai lantai utama.

3. Lantai berlubang.

Sama halnya dengan lantai retak karena struktur yang tidak lagi kuat, lantai juga dapat menjadi berlubang akibat masuknya air yang terus menerus apalagi jika menggenang berhari-hari.

Struktur lantai yang telah berlubang tidak akan lagi memiliki kekuatan sehingga tidak lagi layak menjadi lantai.

4. Berjamur.

Lantai yang terus menerus terkena air banjir juga akan menyebabkan lantai lembab sehingga akan mengundang jamur. Jamur yang timbul akibat lembabnya lantai akan menimbulkan banyak kerugian dari mulai merusak estetika rumah hingga mengundang penyakit.

Lantai yang menggunakan waterproofing akan terhindar dari jamur. Untuk itu apalagi jika rumah ada di lokasi depresi seperti mudah terkena banjir, maka ada baiknya menggunakan waterproofing sebagai permukaan lantai agar terhindar dari kerusakan. Waterproofing di pasaran memiliki harga yang variatif termasuk jasa yang juga variatif tergantung kualitas yang ditawarkan. Contohnya harga waterproofing sika di pasaran umum berkisar di harga 200.000 hingga 700.000 rupiah. Walaupun harganya cukup mahal, kualitas lantai yang disuguhkan juga cukup bagus sehingga pemilik rumah tidak akan rugi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *